
Rabu, 11 Juni 2008 21:11 WIB
JAKARTA, RABU – Pemenang GP F1 Kanada, Robert Kubica lagi menikmati kemenangannya. Seandainya ia berhasil menjadi juara dunia, merupakan orang Polandia pertama di arena F1 menyandang gelar mahkota yang banyak didambakan pembalap F1.
Bahkan berdasarkan isi dari buku Grand Prix Guide yang dikeluarkan setiap tahun, belum ada orang Polandia yang berlaga di arena jet darat itu. Berarti kehadiran Kubica ini bukan saja menjadi idola, tapi juga pemicu agar banyak pembalap Polandia bisa tampil di F1.
Di tengah semangat Kubica yang lagi tinggi, godaan datang. Ia mendengar kabar kalau tahun depan bakal ditemani Fernando Alonso. Gosip itu tidak menjadi masalah bahkan pemimpin klasemen sementara itu malah senang. Sebab, ditegaskannya kalau ia dan Alonso bersahabat.
Pada malam sepanjang balapan, kata pembalap berusia 23 tahun itu, “Kami pergi makan atau main kartu. Jadi, saya tidak ada masalah kalau dia datang. Dan jika menjadi kenyataan (benar-benar satu tim), kami sangat senang,” uangka Kubica.
Menanjaknya prestasi Kubica, pihak BMW tetap memakainya tahun depan bahkan ia baru pulang dari markas BMW-Sauber di Hinwil. Sepulang dari sana, Kubica mendapat bayaran cukup tinggi untuk musim balap tahun depan. Sedang rekan setimnya, Nick Heidfeld, meski kontraknya masih sampai tahun depan, pembalap Jerman itu harus berjuang keras. SBT
JAKARTA, RABU – Pemenang GP F1 Kanada, Robert Kubica lagi menikmati kemenangannya. Seandainya ia berhasil menjadi juara dunia, merupakan orang Polandia pertama di arena F1 menyandang gelar mahkota yang banyak didambakan pembalap F1.
Bahkan berdasarkan isi dari buku Grand Prix Guide yang dikeluarkan setiap tahun, belum ada orang Polandia yang berlaga di arena jet darat itu. Berarti kehadiran Kubica ini bukan saja menjadi idola, tapi juga pemicu agar banyak pembalap Polandia bisa tampil di F1.
Di tengah semangat Kubica yang lagi tinggi, godaan datang. Ia mendengar kabar kalau tahun depan bakal ditemani Fernando Alonso. Gosip itu tidak menjadi masalah bahkan pemimpin klasemen sementara itu malah senang. Sebab, ditegaskannya kalau ia dan Alonso bersahabat.
Pada malam sepanjang balapan, kata pembalap berusia 23 tahun itu, “Kami pergi makan atau main kartu. Jadi, saya tidak ada masalah kalau dia datang. Dan jika menjadi kenyataan (benar-benar satu tim), kami sangat senang,” uangka Kubica.
Menanjaknya prestasi Kubica, pihak BMW tetap memakainya tahun depan bahkan ia baru pulang dari markas BMW-Sauber di Hinwil. Sepulang dari sana, Kubica mendapat bayaran cukup tinggi untuk musim balap tahun depan. Sedang rekan setimnya, Nick Heidfeld, meski kontraknya masih sampai tahun depan, pembalap Jerman itu harus berjuang keras. SBT